Cara Menjaga Kesehatan Saat Hamil

Saat ibu hamil adalah masa yang tepat untuk menjaga kesehatan tubuh Anda sesehat mungkin. lni berarti cukup istirahat, berlatih atau berolahraga ringan, menyantap makanan bergizi, dan menghindari hal-hal yang bisa membahayakan Anda dan bayi.

Tips Menjaga Kesehatan Ibu Hamil dan Janin

menjaga-kesehatan-saat-hamil
firstcry.com

1. Morning Sick
Kalau Anda merasa mual atau mengalami morning sickness, boleh jadi Anda musti mengubah jadwal hidup Anda. Termasuk dengan mengatur kembali kapan saat beristirahat dan bersantai.
2. Olahraga Ringan
Latihan (olahraga ringan) bisa membantu Anda menyingkirkan berbagai ketegangan, sekaligus tetap menjaga kebugaran dan menyiapkan tubuh untuk persalinan sekian bulan mendatang.
3. Olahraga Ringan
lngatlah untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai suatu jenis olahraga atau latihan. Salah satu jenis latihan yang aman bagi bumil (ibu hamil) adalah latihan perut dan pinggul seperti yang diajarkan di kelas senam hamil.
4. Berhenti merokok dan minum alkohol
Lakukan juga perubahan gaya hidup agar bayi Anda sehat. Hindari minum alkohol dan menghisap sigaret selama hamil.

Cermatlah dalam minum obat dan mengonsumsi kafein. Minum susu dan melahap makanan kaya kalsium juga dapat membuat kehamilan Anda tetap sehat.

Pola makan sehat adalah salah satu unsur penting gaya hidup sehat karena bisa mempengaruhi kesehatan bayi Anda.

menjaga-kesehatan-selama-hamil
aletetia.com

Walaupun Anda khawatir kelebihan berat badan selama hamil, namun tetap penting untuk menyeimbangkannya dengan kebutuhan nutrisi kehamilan.

Kegemukan Saat Hamil

Kegemukan dapat menyebabkan komplikasi saat hamil. Kehamilan, selain membahagiakan juga kerap mendatangkan kecemasan, apalagi untuk perempuan berbadan subur yang biasanya akan mengalami komplikasi selama kehamilan dan sulit menjalani persalinan.

Baca juga:  Keluhan Ibu Hamil Trimester 1, 2, 3 dan Cara Mengatasinya

Masalah kesehatan yang dihadapi oleh ibu hamil yang kegemukan tak hanya berdampak negatif pada ibu tapi juga janin yang dikandungnya.

Pada ibu, kegemukan akan membuat beban jantungjadi terlalu berat, selain itu tekanan pada pembuluh darah akan meninggi akibat tebalnya lemak. Risiko lain yang harus dihadapi adalah ibu bisa mengalami pre-eklamsia dan diabetes saat ha mil (gestational diabetes).

Timbunan Lemak Pada Ibu Hamil

Timbunan lemak di tubuh yang merupakan sumber kalorilah yang menjadi biang keladi. Penyebabnya, hormon kehamilan (Beta hCG/Human Chorion Gonadotrophine) akan mengubah sebagian besar lemak dalam tubuh menjadi glukosa.

Akibatnya pada janin adalah lahir dengan berat besar (4-5 kilogram), atau sebaliknya lahir dengan berat rendah (di bawah 2 kilogram). lni terjadi karena pasokan nutrisi janin berkurang akibat pembuluh darah ke plasenta yang menyempit, sehingga bayi tidak bisa berkembang optimal.

Jika dibandingkan dengan ibu hamil yang berat badannya normal, 50 persen perempuan yang gemuk cenderung mengalami perdarahan setelah persalinan dan beresiko dua kali melahirkan bayi prematur. Karena itu para peneliti menggolongkan ibu hamil yang kegemukan ke dalam kelompok beresiko tinggi dan harus mendapat penanganan khusus saat persalinan.

Karena itu perempuan yang berencana hamil sebaiknya menjaga berat badannya agar tidak berlebihan. Demikian juga ketika menjalani kehamilan, konsultasikan dengan dokter kandungan dan ikuti saran dokter demi kesehatan ibu dan janin.

Semoga Bermanfaat

x
More in Kehamilan
Apa itu Plasenta, Ari-ari dan Kantung Ketuban (Air Ketuban)
Close