Gizi Yang Cukup Untuk Mencegah Bayi Tidak Lahir Cacat

Setiap pasangan suami istri pasti berharap anaknya akan lahir normal dan sehat baik secara fisik maupun mentalnya. Janin yang sehat, akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan usia janin.

Sebaliknya, janin yang mengalami gangguan atau adanya kelainan sejak dalam kandungan, maka pertumbuhan dan perkembangan janin akan terhambat. Anak terlahir normal atau tidak bisa dideteksi sejak dalam kandungan.

Pemeriksaan USG Pada Usia Kehamilan 17 Minggu

Pemeriksaan USG yang dilakukan pada saat usia kehamilan 17 minggu dapat mendeteksi adanya anensefali (tanpa tempurung otak dan kepala). Angka kasusnya berkisar 1 banding 1.000 kehamilan.

Bayi-bayi yang lahir seperti itu adalah penderita neural tube defects (NTDs). NTDs disebabkan oleh kegagalan menutup tabung syaraf dengan sempurna pada hari ke-28 setelah konsepsi.

Menjaga Kebutuhan Gizi

Terjadinya anensefali diakibatkan adanya defisiensi atau kekurangan asam folat selama kehamilan. Asam folat bisa didapat dari sereal, roti, gandum, kol, brokoli, bayam dan tauge.

Namun, asam folat akan bekerja lebih baik jika dibarengi dengan vitamin B12 yang diperoleh dari daging, Folat termasuk golongan vitamin B yang juga larut dalam air. Asam folat berfungsi sebagai koenzim dalam metabolisme asam nukleat dan asam amino.

Oleh karenanya, asam folat besar pengaruhnya dalam pertumbuhan dan replikasi sel. Asam folat juga bisa mencegah terjadinya perubahan pada DNA yang dimungkinkan bisa menyebabkan kanker.

Kebutuhan Asupan Asam Folat

Jaringan yang sedang berkembang pesat, misalnya janin atau sel-sel beregenerasi cepat seperti sel darah merah dan sel-sel imunitas sangat membutuhkan asupan asam folat. Kekurangan asupan asam folat dapat menimbulkan anemia megaloblastik.

Baca juga:  Cara Memilih Dokter Kandungan Yang Tepat Saat Hamil

Kekurangan asam folat juga mengakibatkan berat badan lahir rendah, dan peningkatan insiden dari defek tabung saraf. Cacat yang berat dapat bermanifestasi dalam bentuk spina bifida dan anensefali.

Gangguan ini seringkali sudah terjadi sebelum seorang wanita menyadari bahwa ia sedang hamil. Akibatnya, bila asupan asam folat baru ditambahkan setelah kehamilan diketahui, kecil kemungkinan masih bisa terselamatkan. Jika sudah diketahui adanya kelainan pada janin seperti anensefali, seorang ibu mempunyai hak untuk memutuskan apakah janinnya tetap dipertahankan sampai 9 bulan atau dideterminasi (dikeluarkan).

Bila janinnya tetap dipertahankan hingga lahir, biasanya janin hanya bisa bertahan dalam waktu 24 jam. Pasalnya, otak yang tidak dilindungi oleh tempurung dengan mudahnya terpapar oleh radiasi atau lainnya sehingga janin tidak bisa bertahan lama, tubuh bayi juga mengecil seperti bayi prematur.

Semoga Bermanfaat.

x
More in Kehamilan
Tahap Perkembangan Janin Pada Trimester Kedua
Close