Cara Memilih Dokter Kandungan Yang Tepat Saat Hamil

Untuk menjaga kesehatan kehamilan Anda, sebaiknya rutin berkonsultasi dengan dokter kandungan atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgin) atau bidan. Apa alasan Anda memilih dokter kandungan? Apakah sekadar dekat rumah atau jauh tapi ‘terkenal’?

SpOG merupakan gelar yang diberikan kepada dokter kandungan, SpOG adalah kependekan dari Spesialis Obstetri & Ginekologi (Kebidanan dan Kandungan). Anda bisa memeriksakan kesehatan sistem reproduksi maupun kandungan, baik pada SpOG maupun SpOG (K).

lkuti tip praktis dalam memilih dokter kandungan atau dokter spesialis obstetri dan ginekologi (obgin) atau bidan saat hamil berikut ini.

Apa Saja Yang Harus Diperhatikan Dalam Memilih Dokter Kandungan Yang Tepat

memilih-dokter-kandungan-yang-tepat-saat-hamil
pregnancyandbaby.com
  • Perhatikan jarak rumah atau kantor Anda dengan tempat praktek dokter. Carilah jarak yang gampang dijangkau untuk mengantisipasi bila ibu dalam kondisi darurat.
  • Pilihlah dokter yang komunikatif; suka memberi penjelasan atau menjawab pertanyaan, serta memberi saran kepada pasien sesuai kondisi pasien.
  • Pertimbangkan jenis kelamin. Apakah dokter obgin perempuan atau pria? Alasannya cukup beragam. Misalnya, ada ibu hamil lebih nyaman dengan dokter obgin perempuan agar tidak merasa risih saat diperiksa.
  • Perhatikan pembawaannya. Sikap dokter yang ramah, luwes dan santai saat memeriksa pasien tentu lebih menyenangkan.

Pengalaman Praktik Dokter

  • Cari tahu tentang pengalaman praktik dokter. Anda tidak khawatir menjalani kehamilan karena Anda berada di tangan yang pakar di bidangnya. lni bisa sedikit tercermin dari banyak sedikitnya pasien.
  • Dokter ‘laris’ berarti Anda harus berlama-lama antre. Jika Anda tidak mau menunggu, pilih dokter yang pasiennya sedikit. Keuntungan lain, dokter punya cukup waktu untuk menjelaskan secara komprehensif.
  • Mintalah rekomendasi teman atau saudara. Anda bisa mendapat gambaran soal kemampuan dan karakter dokter.
  • Carilah dokter yang mudah dihubungi (available) dalam keadaan darurat (emergency).

Memilih Tempat Bersalin

memilih-tempat-bersalin-yang-tepat
biospectrumasia.com

Sebaiknya ibu hamil dan pasangan dalam memilih tempat bersalin jauh-jauh hari. Apa saja aspek yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan rumah sakit atau klinik bersalin?

  • Pilihlah rumah sakit atau rumah bersalin yang sesuai dengan anggaran atau dana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan besarnya dana yang dikeluarkan melebihi perkiraan sebelumnya. Perhatikan dengan detail biaya-biaya yang akan dikeluarkan dan kemungkinan tindakan pembedahan (operasi Caesar), agar bunda dan pasangan tidak bingung setelah melewati persalinan.
  • Jarak rumah dengan tempat bersalin tidak terlalu jauh. Untuk berjaga-jaga bila dalam keadaan terdesak maka siapapun dapat mengantarkan ke tempat bersalin.
  • Pilihlah klinik atau rumah bersalin yang memiliki fasilitas rujukan ke rumah sakit besar, memiliki fasilitas lengkap dan menunjang, juga sarana mobil ambulans. Dalam kondisi darurat, ibu segera dilarikan ke rumah sakit dengan mobil ambulans ke rumah sakit yang dirujuk.

Sarana Rumah Sakit

  • Pilihlah rumah sakit yang memiliki sarana lengkap, seperti fasilitas ICU dan NICU. Bagi ibu hamil berisiko tinggi, misalnya ibu hamil bayi kembar, menderita preeklamsia, menderita penyakitjantung bawaan, bayi dengan kemungkinan lahir prematur, sebaiknya memilih bersalin di RSIA (Rumah Sakit lbu dan Anak) atau RSU (Rumah Sakit Umum).
  • Perhatikan sistem perawatan bayi setelah lahir. Apakah dirawat secara terpisah atau rawat gabung dengan ibunya (rooming in).
  • Klinik atau RSIA itu mendukung program ASI eksklusif.
  • Perhatikan layanan petugas rumah sakit, baik dokter, bidan maupun perawatnya kepada pasien. Suasana pelayanan yang ramah dan menyenangkan secara psikologis akan membuat ibu merasa senang, tenang dan nyaman.
  • Perhatikan kebijakan tempat bersalin kepada pengunjung, termasuk pengunjung yang akan menginap dalam kamar perawatan. Misalnya, selain kamar VIP yang biasanya lebih bebas atau kamar perawatan lainnya yang hanya ditempati satu orang pasien.
  • Perhatikan sistem rujukan dan transfer pasien ke rumah bersalin lainnya (terutama bila bersalin di RB (Rumah Bersalin) atau RSB (Rumah Sakit Bersalin) yang fasilitas dan SDMnya relatif tidak selengkap RSIA (Rumah Sakit lbu dan Anak) dan RSU (Rumah Sakit Umum).
  • Bilamana Anda berencana melahirkan di RSU, cermati pula bagaimana fasilitas bersalin dengan fasilitas untuk pasien lainnya.
  • Bila terjadi operasi cesar dalam proses persalinan, pastikan ternpat persalinan menyediakan fasilitas dan SDM yang menunjang dan memadai.
Baca juga:  Tahap Perkembangan Janin Pada Trimester Kedua

Daftar Periksa Kehamilan

Trimester Pertama (0-3 bulan)

  • Jadwalkan tes pranatal (tanyakan dan mintalah tes pemeriksaan cystic fibrosis yang baru).
  • Pertimbangkan harga dan biaya dokter kandungan/bidan, laboratorium dan biaya-biaya tes khusus lainnya.
  • Mendaftarlah untuk ikut kelas kehamilan, yang akan menjawab banyak pertanyaan Anda tentang kehamilan, termasuk bagaimana mengatasi ketidaknyamanan selama hamil, nutrisi, olahraga dan perkembangan bayi Anda.

Trimester Kedua (3 – 6 bulan)

  • Lakukan tes darah Expanded Alpha Feto-Protein (EAFP) yang dilakukan antara usia kehamilan minggu ke 15 dan 20 untuk memeriksa spina bifida, sindroma Down dan cacat lahir lainya.
  • Lakukan tes pemeriksaan glukosa untuk mengetahui apakah ada diabetes gestasional.
  • Terimalah injeksi Rhogam, jika disarankan oleh dokter Anda.
  • Kalau ini adalah bayi pertama Anda, sangat disarankan agar Anda mengikuti kelas/kursus yang membuat anda siap menyambut bayi pertama Anda, memahami soal kelahiran prematur, persiapan bersalin, menyusui dan mengasuh bayi yang baru lahir.
  • Selesaikan urusan administrasi pendaftaran untuk bersalin di rumah sakit yang Anda pilih.
    Orangtua dari calon bayi kembar juga sangat disarankan untuk mengikuti kursus yang bisa membantu menyiapkan mereka mengasuh anak kembar dua, tiga, atau lebih.
  • Periksalah apakah asuransi kesehatan Anda sudah mencakup biaya opname, anestesi dan sunat bayi. Kalau Anda masih punya keraguan setelah bertanya kepada perusahaan asuransi Anda, hubungi bagian keuangan dari rumah sakit atau klinik tempat Anda akan melahirkan.

Trimester Ketiga (6 – 9 bulan)

  • Bicarakan semua tes darah pada trimester ketiga, kemungkinan transfusi darah, dan bank darah ari• ari dengan pihak penyedia asuransi kesehatan Anda.
  • Pilih pula dokter anak dan asuransi untuk bayi baru lahir, sebelum Anda melahirkan. Buatjanji untuk boleh melihat-lihat fasilitas rumah sakit atau klinik tempat Anda akan melahirkan.

Setelah Bayi Anda Lahir

  • lkuti kursus atau kelas atau seminar untuk orangtua-orangtua baru yang diadakan oleh rumah sakit/klinik atau lernbaga lain. kelompok pendukung untuk orangtua baru dan para ibu yang tengah menyusui akan sangat bermanfaat terutama jika Anda rnengalarni kesulitan menyesuaikan diri setelah melahirkan.
  • Kalau Anda hendak bertanya soal menyusui, hubungi konsultan laktasi.

Semoga Bermanfaat.