Tahap Perkembangan Janin Pada Trimester Ketiga

Pada trimester ketiga, antara bulan ketujuh hingga ke sembilan (28-40 minggu), janin akan bertumbuh semakin pesat dan fungsi-fungsi organ tubuh bayi akan semakin matang. Bagaimana tahap perkembangan janin pada masa itu?

Mulai minggu ini biasanya kunjungan rutin ke dokter kandungan menjadi lebih lebih intensif dari sebulan sekali menjadi 2 minggu sekali.

Perkembangan Janin 24 Minggu Kehamilan

Suatu zat seperti lilin yang disebut Vernix menutupi kulit. Pada saat lahir, hampir seluruh Vernix akan hilang sementara sisanya yang sedikit diserap dengan cepat. Janin sudah punya tangan dan refles startle. Sidik jari kaki dan tangan terbentuk. Janin berlatih bernafas dengan menghirup cairan ketuban ke dalam paru-paru yang sedang berkembang.

Perkembangan Janin 25-28 Minggu Kehamilan

Perkembangan otak yang cepat terjadi selama periode ini dan sistem syaraf mampu mengontrol sebagian fungsi tubuh. Kelopak mata sekarang terbuka dan menutup. Pada minggu ke 25 ada peluang 60 persen bagi si janin untuk bisa bertahan hidup jika ia sampai terlahir sebelum waktunya.

Perkembangan Janin Trimester Ketiga atau Minggu ke 28-40

trimester-ketiga-kehamilan

Perkembangan Janin 28 Minggu Kehamilan

Janin dianggap secara legal sudah bisa terlihat pada minggu ke 28 dan peluang bertahan hidupnya menjadi 90 persen.

Perkembangan Janin 26-30 Minggu Kehamilan

Pada usia 26-30 minggu, posisi bayi masih berputar, letaknya bisa memanjang, melintang atau miring. Pada periode ini, jaringan lemak sudah terbentuk dan otak bayi berkembang sangat cepat. Pada usia 30 minggu, panjang bayi sekitar 40 cm dan berat badannya sekitar 1260 hingga 1300gr.

Pada periode tersebut telah terbentuk koordinasi antara sistem saraf pusat, pernapasan dan kardiovaskular, meskipun masih sangat minimal. Janin yang lahir pada masa ini dapat bertahan hidup, namun diperlukan tunjangan hidup berupa perawatan intensif yang sangat baik untuk mencapai hasil optimal.

Perkembangan Janin 30 Minggu Kehamilan

Pada minggu ke 30, bayi sudah mengisi hampir seluruh ruang di rahim. Bahkan, ketika bayi menendang atau mendorong, Anda dapat melihat kaki atau tangannya bergerak di bawah perut. Dan melalui USG dengan resolusi yang bagus, Anda bisa melihat gerakan mata dari sang bayi, yakni membuka atau menutup.

Perkembangan Janin 29-32 Minggu Kehamilan

Ada penambahan cepat dalam jumlah lemak tubuh yang dimiliki janin. Nafas yang berirama sudah terjadi, tetapi paru-paru belum matang. Janin tidur hampir 90-95 persen sepanjang hari. Pada minggu ini, kemungkinan kelangsungan hidup janin sekitar 95 persen.

Baca juga:  Cara Memilih Dokter Kandungan Yang Tepat Saat Hamil

Perkembangan Janin 33-35 Minggu Kehamilan

Selanjutnya pada bulan delapan (31-35 minggu), secara fisik panjang bayi mencapai 42 cm dengan berat sekitar 2200 gr.

Perkembangan Janin 31 Minggu Kehamilan

Pada minggu ke 31, karena bayi makin bertumbuh besar, maka ruangan rahim menjadi lebih sedikit sehingga bayi akan berkurang geraknya. Kemungkinan bayi dalam posisi melengkungkan badan dengan dengkul dilipat, tangan dan kaki di dada serta tangan dan kaki sating bersilang.

Perkembangan Janin 33-34 Minggu Kehamilan

Antara minggu ke 32-34, posisi pantat dan kaki bayi biasanya menempati posisi yang lebih luas yaitu puncak rahim (fundus). Gerakan bayi akan menjadi aktif suatu waktu yang kadangkala membuat ibu tak nyaman, terutama ketika kaki bayi berada di bawah tulang rusuk.

Perkembangan Janin 34 Minggu Kehamilan

Pada minggu ke 34, seluruh rambut bayi sudah terbentuk dan semua sistem tubuh sudah terbentuk sempurna, walaupun paru-paru masih tetap belum matang. Bayi juga sudah dapat mendengar suara di luar tubuh ibu. Pada minggu ke 35, umumnya kepala bayi sudah mulai memasuki panggul.

Perkembangan Janin 35-40 Minggu Kehamilan

Janin dianggap cukup waktu. Lanugo sudah lenyap, kecuali pada lengan bagian atas dan bahu. Rambut pada kepala bayi sekarang lebih tebal dan banyak. Paru-paru sudah matang. Rata-rata berat bayi pada minggu ini 3.5 kg. Ketika lahir, plasenta lepas dari uterus dan ari-ari akan dipotong saat bayi menghirup udara untuk pertama kali.

Bernafas akan memicu perubahan pada jantung dan arteri-arteri bypass kini memaksa seluruh darah mengalir melewati paru-paru.

Nah, memasuki bulan ke sembilan, sebaiknya kunjungan ke dokter kandungan diperketat menjadi seminggu sekali. Tujuannya tak lain untuk meminimalisasi risiko-risiko yang mungkin terjadi seperti perdarahan, infeksi dan pra-eklamsia.

Biasanya yang diperiksa adalah geometri janin, volume air ketuban, apakah ada pelilitan tali pusar dari janinnya dan sebagainya.

Perkembangan Janin 36-37 Minggu Kehamilan

Antara minggu ke 36-37, sebenarnya bayi sudah mempunyai ukuran dan kematangan yang siap untuk lahir. Umumnya bayi sudah bergerak ke bawah dan kepalanya sudah memasuki panggul ibu. Lemak akan terus bertambah di bawah kulit bayi setiap hari.

Bayi juga akan terus berlatih untuk menggerak-gerakkan paru-parunya, karena bayi akan bernafas setelah dilahirkan.

Perkembangan Janin 38 Minggu Kehamilan

Pada minggu ke 38, retleks bayi sudah terkoordinasi, bayi sudah dapat mengedipkan mata, menggerakkan kepala, memegang dan merespon suara, sentuhan maupun cahaya.

Perkembangan Janin 39-40 Minggu Kehamilan

Antara minggu 39-40, bayi sudah siap untuk lahir. Dengan lemak yang terbentuk di bawah kulitnya, akan mampu mengatur suhu tubuh bayi saat lahir. Secara fisik, umumnya panjang bayi mencapai 45 cm dan berat mencapai 3200 gr.

Semoga Bermanfaat.

x
More in Kehamilan
Gizi Yang Cukup Untuk Mencegah Bayi Tidak Lahir Cacat
Close