11 Tips Memilih Tempat Bersalin

Sepatutnya ibu hamil dan pasangan dapat menentukan tempat bersalin jauh-jauh hari. Beberapa tips dalam memilih tempat bersalin yang harus dipertimbangkan.

Memilih Tempat Bersalin

tips-memilih-tempat-bersalin

  1. Anggaran Persalinan
    Pilihlah rumah sakit atau rumah bersalin yang sesuai dengan anggaran atau dana yang sudah disiapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Tidak menutup kemungkinan besarnya dana yang dikeluarkan melebihi perkiraan sebelumnya. Perhatikan dengan detail biaya-biaya yang akan dikeluarkan dan kemungkinan tindakan pembedahan (operasi Caesar), agar bunda dan pasangan tidak bingung setelah melewati persalinan.
  2. Jarak rumah dengan tempat bersalin tidak terlalu jauh. Untuk berjaga-jaga bila dalam keadaan terdesak maka siapapun dapat mengantarkan ke tempat bersalin.
  3. Pilihlah klinik atau rumah bersalin yang memiliki fasilitas rujukan ke rumah sakit besar, memiliki fasilitas lengkap dan menunjang, juga sarana mobil ambulans. Dalam kondisi darurat, ibu segera dilarikan ke rumah sakit dengan mobil ambulans ke rumah sakit yang dirujuk.
  4. Pilihlah rumah sakit yang memiliki sarana lengkap, seperti fasilitas ICU dan NICU. Bagi ibu hamil berisiko tinggi, misalnya ibu hamil bayi kembar, menderita preeklamsia, menderita penyakitjantung bawaan, bayi dengan kemungkinan lahir prematur, sebaiknya memilih bersalin di RSIA (Rumah Sakit lbu dan Anak) atau RSU (Rumah Sakit Umum).
  5. Perhatikan sistem perawatan bayi setelah lahir. Apakah dirawat secara terpisah atau rawat gabung dengan ibunya (rooming in).
  6. Klinik atau RSIA itu mendukung program ASI eksklusif.
  7. Perhatikan layanan petugas rumah sakit, baik dokter, bidan maupun perawatnya kepada pasien. Suasana pelayanan yang ramah dan menyenangkan secara psikologis akan membuat ibu merasa senang, tenang dan nyaman.
  8. Perhatikan kebijakan tempat bersalin kepada pengunjung, termasuk pengunjung yang akan menginap dalam kamar perawatan. Misalnya, selain kamar VIP yang biasanya lebih bebas atau kamar perawatan lainnya yang hanya ditempati satu orang pasien.
  9. Perhatikan sistem rujukan dan transfer pasien ke rumah bersalin lainnya (terutama bila bersalin di RB (Rumah Bersalin) atau RSB (Rumah Sakit Bersalin) yang fasilitas dan SDMnya relatif tidak selengkap RSIA (Rumah Sakit lbu dan Anak) dan RSU (Rumah Sakit Umum).
  10. Bilamana Anda berencana melahirkan di RSU, cermati pula bagaimana fasilitas bersalin dengan fasilitas untuk pasien lainnya.
  11. Bila terjadi operasi caesar dalam proses persalinan, pastikan ternpat persalinan menyediakan fasilitas dan SDM yang menunjang dan memadai.
Baca juga:  Cara Memilih Dokter Kandungan Yang Tepat Saat Hamil

Semoga Bermanfaat.

More in Kehamilan
Kapan Merasakan Gerakan Janin Pertama Kali
Close