Tips Agar Tetap Aktif Bekerja Saat Hamil

Tetap Aktif Bekerja Saat Hamil

tetap-aktif-bekerja-saat-hamil

Saat hamil tetapi tetap harus bekerja aktif, begitulah kondisi wanita saat ini. Bekerja aktif saat ini menuntut tubuh yang bugar serta jiwa yang bersemangat. Jika pekerjaan aktif anda membutuhkan berdiri dalam jangka lama, dianjurkan mengambil cuti paling cepat usia saat 24 minggu atau memodifikasi bentuk dan proses bekerja Anda agar tetap bisa aktif.

Kapan tepatnya? tergantung dari kondisi, berapa jam harus berdiri, berapa lama bisa istirahat dan sesuai kondisi kesehatan Anda saat itu.

Bekerja aktif saat hamil jika diperlukan untuk membungkukkan atau melengkungkan badan di bawah lutut dapat menjadi masalah. Jika aktivitas seperti itu menjadi bagian dari pekerjaan aktif anda, pertimbangkan cuti atau modifikasi bekerja paling cepat saat usia 20 minggu kehamilan.

Bekerja aktif saat hamil bila mengharuskan untuk naik turun tangga menjadi bagian bekerja Anda, disarankan mengajukan cuti paling cepat pada saat usia kehamilan 20 – 28 minggu tergantung dengan kondisi kesehatan. Jika mengangkat benda berat saat hamil adalah bagian pekerjaan Anda, pertimbangkan untuk ambil cuti secepatnya pada saat kehamilan 20 minggu.

Faktor risiko lain pada saat hamil dimana anda harus bekerja aktif adalah suasana panas berlebihan dan bekerja berat. Apabila pekerjaan mengharuskan berhadapan dengan zat kimia, gas, debu, asap, radiasi, dan penyakit infeksi, diskusikan dengan dokter kapan sebaiknya mengajukan cuti. Pertimbangkanlah berapa lama bertahan bekerja saat hamil, stres dalam pekerjaan, dan kemampuan untuk menangani tanggung jawab lain di rumah. Tips dibawah ini mungkin dapat membantu anda.

Tips Tetap Aktif Bekerja Saat Hamil

Lakukan pula beberapa tips berikut ini:

  • Bicarakan pada dokter tentang pekerjaan Anda tentang keinginan tetap bisa bekerja aktif saat hamil. Tanyakan apa yang boleh dan tak boleh dilakukan dan efeknya pada kehamilan.
  • Seringlah berganti-ganti posisi dalam bekerja. Jika saat bekerja dalam posisi duduk, senderkan kaki lebih tinggi dari biasanya. Berdirilah tiap dua jam selama 15 menit dan lakukan peregangan saat bekerja. Jika Anda banyak berdiri, istirahatkan kaki dengan cara berbaring atau meluruskannya tiap rehat kopi atau makan siang.
  • Cukupi kebutuhan gizi dan energi untuk berdua. Pilih camilan sehat seperti yoghurt dengan biskuit, buah, keju, atau biskuit.
  • Perbanyak minum air. Saat hamil menuntut cairan lebih. Hindari kopi, teh, atau soda.
  • Waspadai tanda dan gejala bila terjadi masalah kehamilan Anda (misalnya sering terjadi kontraksi) hingga Anda bisa menilai kapan aktivitas saat bekerja harus anda batasi.
  • Jika pernah ada masalah dengan kehamilan (misalnya perdarahan), mungkin perlu dilakukan modifikasi bekerja. Pembatasan aktivitas setelah usia kehamilan 24 minggu sering dibutuhkan pada ibu hamil kembar.

Pola Makan Saat Ibu Hamil Agar Tetap Aktif Bekerja

Sebenarnya tidak ada perbedaan dalam pola makan bagi ibu hamil yang bekerja maupun tidak bekerja. Tentu saja, hal ini berlaku jika dalam kondisi berat badan wanita tersebut normal.

Wanita saat hamil membutuhkan tambahan sebanyak 300 kilo kalori (kkal) perhari. Kebutuhan itu terdiri atas karbohidrat sebesar 60-65 persen, protein 15 persen, lemak sekitar 25 persen. Saat wanita hamil, kebutuhan protein bertambah sekitar 10 gram perhari.

Saat lbu hamil bukan berarti makan untuk dua orang sehingga dia harus banyak makan. Pada prinsipnya, saat ibu hamil membutuhkan penambahan kalori sekitar 200-300 kkal tiap harinya dibanding wanita tidak hamil. Obesitas pada wanita hamil juga tidak baik, berbahaya.

Pola makan bagi bumil sebenarnya tidak jauh berbeda. Yakni, tiga kali makan besar; makan pagi, makan siang dan makan malam, ditambah dengan dua kali snack di antara waktu makan, misalnya pukul 10.00 WIB dan pukul 15.00 WIB.

Baca juga:  Tahap Perkembangan Janin Pada Trimester Kedua

Saat Hamil Jangan Tidak Makan Pagi.

Sarapan sangat dibutuhkan sebagai sumber energi sepanjang hari. Sarapan tidak harus dengan nasi. Bisa juga sarapan roti, sereal, atau susu. Untuk wanita yang biasa tidak sarapan, maka saat hamil, kebiasaan tersebut harus dihilangkan.

Kapan waktu makan pagi? Tidak ada patokan harus jam berapa. Sebaiknya sarapan dilakukan sebelum anda berangkat bekerja di kantor. Umpamanya, masuk kantor pukul 10.00 WIB, sarapan bisa dilakukan satu jam sebelumnya. Tidak harus pagi-pagi benar. Yang penting ada asupan masuk ke dalam perut. Kebiasaan tidak sarapan akan menyebabkan terjadi anemia relatif. Sebab, janin kurang karbohidrat dan ini bisa mengganggu aktivitas saat bekerja.

Hindari Junk Food

fast-food
ferizajpress.com

Umumnya, saat ibu hamil bekerja yang tinggal di kota-kota besar mengalami masalah saat jam makan. Mereka kerap kali membeli junk food di kantin, warung di luar kantor tempat bekerja atau restoran cepat saji.

Untuk wanita hamil, sebenarnya tidak ada pantangan makanan. Makanan seperti pecel lele, pecel ayam, gado-gado, nasi goreng, boleh dijadikan menu makan saat jam makan siang. Namun, sayangnya, tidak semua makan yang dibeli itu sehat dan bergizi.

Susahnya, kita tidak tahu, makanan yang dibeli itu apakah cukup kandungan gizinya. Misalnya, makan ikan goreng. Kita tidak tahu, minyak yang dipakai untuk menggoreng ikan sudah berapa kali dipakai. Sayur dicuci bersih atau tidak.

Karena itu, pastikan makanan yang dimakan diolah dengan benar, sehat bagi dirinya dan janin. Sebisa mungkin hindari junk food. Meski praktis tetapi junk food tidak menyehatkan bagi ibu hamil.

Bekal Dari Rumah

ldealnya, saat ibu hamil membawa bekal dari rumah untuk makan siang dan snack untuk makan di kantor. Di samping bisa mengatur sendiri pilihan menu, ragam vitamin dan gizi yang terkandung di dalamnya pun bisa tercukupi.

Memang, konsekuensinya, saat ibu hamil harus bangun lebih pagi untuk menyiapkan makanan yang akan dibawa. Namun, demi kesehatan janin, mengapa tidak?

Menu Makan Siang Pada Saat Bekerja di Kantor

Contoh tiga menu bekal makan siang saat bekerja di kantor.

  1. Menu Senin: nasi + ikan pepes + tempe goreng + tumis sayur kacang panjang + apel.
  2. Menu Selasa: kentang rebus+ steak ikan tenggiri + wortel rebus+ pisang.
  3. Menu Rabu: nasi + ayam goreng + tahu bacem + sayur labu kukus + jeruk. Setiap hari, menunya bisa diubah.

Penting diingat, seluruh kebutuhan karbohidrat, protein, lemak, mineral, serat yang menunjang aktivitas bekerja bagi wanita hamil terpenuhi.

Sebaiknya memvariasikan lauk. Jika sudah membawa lauk yang digoreng, misalnya ayam goreng, sebaiknya sayuran jangan ditumis, tetapi lebih baik direbus. Perhatikan apakah asupan karborhidrat, protein dan lemak tercukupi dalam tiap makanan yang dimakan wanita hamil.

Perempuan saat hamil jangan mengonsumsi makanan setengah matang. Jangan pula terlalu banyak menelan makanan yang digoreng dan mengudap makanan asam dan pedas.

Sediakan Camilan Di Laci Kantor

Karena saat ibu hamil doyan makan, sebaiknya sediakan kudapan di laci kantor dan di dalam tas kerja. Bisa roti gandum, sereal, cracker sayuran, atau biskuit keju. Susu pun bisa menjadi alternatif yang mengenyangkan.

Selain itu, menyimpan snack di kantor juga memberikan keuntungan bagi mereka yang jarak antara kantor dan rumah jauh. Sebelum pulang, si ibu hamil bisa makan cemilan yang dapat mengenyangkan.

Misalnya, pukul 16.00, makan arem-arem, lemper atau siomay. Camilan sejenis arem-arem atau lontong dibawa pagi hari masih bisa dimakan untuk sore hari dan cukup mengenyangkan. Sesampai di rumah boleh makan lagi dan sekitar pukul 22.00 minum susu.

Semoga Bermanfaat.

x
More in Kehamilan
Keluhan Ibu Hamil Trimester 1, 2, 3 dan Cara Mengatasinya
Close